Rezim Nilai Tukar Tetap dan Fleksibel Pada USD ke IDR

USD to IDR merupakan kata kunci yang sering digunakan oleh banyak orang untuk mengetahui nilai tukar rupiah terhadap dollar pada paltform pencarian. Nilai tukar sendiri adalah sebuah presentasi dari hasil yang didapatkan ketika mengkonversi satu mata uang ke mata uang lainnya. Secara sistemnya terdapat dua rezim tentang nilai tukar, yaitu rezim nilai tukar tetap dan fleksibel. Masing-masing memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan tersendiri, serta tidak lupa modifikasi dari masing-masing sistem yang bergantung terhadap sistem kebijakan ekonomi di masing-masing negara. Disini, nilai tukar tetap adalah sistem yang diterapkan pada negara dengan mengikat nilai mata uangnya dengan mata uang lain ataupun komoditas. Dalam hal ini, mengetahui banyak negara yang menjadikan dolar AS dalam perdagangan internasional, maka biasanya Dolar AS dijadikan sebagai patokan dalam nilai tukar tetap. Kelebihan dar sistem satu ini adalah stabilitas serta prediktabilitas yang dihasilkannya. Kekurangannya, pemerintah harus memiliki banyak cadangan mata uang agar bisa melakukan intervensi di pasar valas secara aktif melalui pembelian dan penjualan agar nilai tukar tidak rentan terhadap serangan spekulatif.

Sedangkan nilai tukar fleksibel tidak memerlukan banyak cadangan mata uang karena tidak perlu melakukan intervensi. Pada rezim yang fleksibel, akan terjadi fluktuasi atau naik turunnya mata uang. Hal ini dikarenakan nilai mata uang pada rezim flekibel bergantung terhadap keseimbangan yang terjadi pada pasar valuta asing. Dari fakta ini, maka nantinya akan terdapat dua kemungkinan dari fluktuasi nilai tukar. Yang pertama, mata uang domestik akan terdepresiasi kerika mengalami penurunan terhadap mata uang asing, dan yang kedua, mata uang domestik akan terapresasi apabila menguat terhadap mata uang asing. Misalnya, apabila nilai tukar IDR to USD bergerak dari Rp.15.000 /USD ke Rp. 14.000 /USD maka nilai mata uang di Indonesia sedang menguat yang disebut sebagai apresiasi dan sebaliknya, bagi Amerika, mata uang mereka mengalami depresiasi.

Perubahan nilai tukar disebut-sebut sebagai hal yang penting. Bahkan, perubahannya sangat mepengaruhi harga barang impor dan ekspor. Hal ini dikarenakan perdagangan internasional jua melibatkan mata uang sebagai alat pembayarannya. Dari hal ini, berubahnya nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing jelas sangat mempengaruhi perekonomian pada sebuah negeri. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pengaruh dari nilai tukar mata uang meningkat mengetahui peningkatan teknologi pada era globalisasi ini telah meningkatkan sejumlah bisnis yang melibatkan jual-beli di luar negeri. Bahkan, nilai tukar dari mata uang memiliki dampak yang sangat besar terhadap suatu negara yang memiliki ketergantungan besar terhadap perdagangan internasional. Apabila mata uang domestik mengalami depresiasi terhadap mata uang mitra, maka hal itu berarti barang impor akan semakin mahal juga. Dan barang yang akan diimpor akan bernilai semakin murah. Hal ini jelas mempengaruhi aspek ekonomi pasa suatu negara. Dan depresiasi berdampak seperti kartu domino, hal ini dapat meningkatkan tekanan inflasi serta permintaan agregat. Meningkatnya tekanan iflasi dapat terjadi karena depresiasi mata uang domestik menjadikan barang seperti bahan baku dan bahan-bahan lainnya yang didapat dari luar negeri semakin mahal. Ketika harga bahan baku naik, maka biaya produksi industri juga akan meningkat. Kemudian agat ridak mengalami kerugian perusahaan cenderung mempertahankan laba dengan cara meningkatkan harga jual juga. Akibatnya, tekanan inflasi menjadi meningkat. Maka dari itu fluktuasi atau naik-turunnya nilai mata uang sangatlah mempengaruhi kondisi ekonomi di sebuah negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *